Minggu, 24 Maret 2019

Fitriyah Dewi Wulandari_NHW8_IP Pacitan Raya


Fitriyah Dewi Wulandari_NHW8_IP Pacitan Raya

MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS
Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :
a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)
b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)
c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
.
***
Di ranah suka dan bisa, saya memilih  mendidik anak sebagai aktifitas yang kali ini akan saya gali untuk belajar menemukan misi spesifik hidup.
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
Saya ingin menjadi hamba yang bertakwa, anak yang berbakti kepada orangtua dan mertua, istri yang sholihah patuh pada suami selama dalam syariatNya, menjadi ibu sekaligus teman curhat anak anak saya kelak dan tak lupa menjadi tetangga yang bermanfaat bagi sekiranya.
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
Saya harus terus belajar dan menerapkan ilmu-ilmu yang saya dapatkan baik melalui program Matrikulasi IIP ini maupun kuliah-kuliah online lainnya. Selain itu saya ingin mengarsipkan ilmu yang saya dapatkan untuk saya simpan di sebuah folder khusus agar saya dapat membuka dan membaca kembali saat haus akan ilmu.
Untuk mendidik anak menemukan dan menggali bakatnya saya akan berusaha konsisten untuk ‘niteni’ apa kelebihan dan kekurangan anak saya.
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

Dalam poin ini saya membagi menjadi dua bagian
materiil:  ingin menambah koleksi perpustakaan kami dan ingin rumah bermain anak.
Immateriil: ingin punya anak-anak shalih dan shalihah yang tumbuh sesuai fitrahnya sehingga bisa bermanfaat bagi sesama. Ingin rumah kami senantiasa dipenuhi  aktifitas ibadah, didalamnya tdk ada kata kasar,saling menyayangi,menghargai, komunikasi yg baik.
4.Life time purpose: Hamba yang Bertakwa,istri yang shalihah, ibu yang baik dan dicintai anak-anaknya,menjadi sebaik-baiknya manusia bermanfaat.
5. Strategic plan (5-10 tahun)
Seperti yang pernah saya tuliskan di nhw 4, harapannya dalam waktu 5 tahun insya Allah sudah menuntaskan program ibu Profesional.

KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menerima dan mempraktikkan ilmu yang saya terima utamanya dari program foundation dan matrikulasi IIP.
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : mengisi rutin sebulan dua kali minimal program playdate yang sudah terbentuk.
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Membuka kelas Bahasa Inggris di Taman Baca di rumah kami
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Taman baca kami benar benar bersinergi dengan kegiatan masyarakat sekitar kami sehingga memberikan manfaat nyata.

KM 4- KM 5 (tahun 5): mempunyai bisnis di bidang pengajaran Bahasa Inggris dan bisnis buku semakin jalan.

KM 6- KM-7 (tahun 6 dan 7): membuka kelas sharing dengan ibu ibu pembelajaran lainnya tentang mendidik anak.

KM 8- KM 9 (tahun 8 dan 9): mensinergikan bisnis dan sharing adalah dua hal utama dalam hidup.

KM 9-KM 10 (tahun 9 dan 10): memantapkan peran sebagai pembelajar sekaligus pebisnis.

.6.Yg ingin saya capai dalam waktu 1tahun:
*Tuntas belajar kelas bunda Sayang IIP
* Zee lulus toilet training (lepas pampers siang dan malam).
* Kehamilan ketiga dan persalinan yg sehat dan tanpa trauma. Serta mendapatkan anak ketiga dengan sehat selamat. Aamiin aamiin aamiin
* Mendidik anak pertama zee dan ketiga nanti aamiin aamiin.
* Menyusui ekslusif
* Homeschooling Zee dgn *sabar*
* Sharing di blog dan ig main.ae.yuk

Minggu, 03 Maret 2019

NHW5_Fitriyah Dewi Wulandari_Pacitan Raya


NHW 5 Institut Ibu Profesional Pacitan Raya
Tugas keempat kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional kali ini tentang learning how to learn atau belajar cara belajar alias mendesain cara belajar saya.
Tugas keempat kali ini mengingatkan saya kepada jurusan ilmu formal yang saya pernah pelajari yakni tentang classroom design. Mendesain pembelajaran. Pembelajaran punya desain apalagi saya sebagai seorang individu, istri dan ibu.
Berikut learning how to learn versi saya.
Desain pembelajaran saya:
"Family first and sharing to community later"
Dengan topik topik pendukung
🌺 Self management and productivity
🌺 Relationship management
🌺Partnership parenting.
🌺 Social matters
Learning foundation saya adalah Al Qur'an.
Mengapa saya memilih desain pembelajaran "family first and sharing to community later"?
Ini merupakan reminder atau pengingat terbesar dalam hidup saya, bahwa yang utama adalah keluarga. Apalagi sebagai seorang ibu, kelak, hisab atau pertanggungjawaban yang utama adalah di urusan domestiknya. Sehingga ketika saya mulai hilang kontrol terhadap urusan sosial dan e-business alias olshop, maka saya berharap akan ada jeweran halus dari sanubari saya yang berasal dari Nya bahwa saya telah memilih desain pembelajaran ini dalam hidup saya.
Tidak berarti lalu saya menganggap tidak penting peran sosial kepada lingkungan. Sama sekali tidak. Karena, saya sebagai manusia adalah makhluk sosial yang pastinya membutuhkan sesama. Apabila telah tuntas tugas domestik saya, maka saya memutuskan untuk bermanfaat bagi sesamanya melalui membantu menjadi kader posyandu di lingkungan perumahan dan mengadakan main bersama bagi anak anak di sekitar tempat tinggal saya.
Adapaun topik topik tadi masih memiliki sub topik yakni:
🌺 Self management and productivity
✔️ Menjalankan hobi yakni membaca buku bertema reliji, parenting dan traveling.
✔️ Mematuhi nhw sebelumnya tentang manajemen waktu.
✔️ Membuat bahan postingan iklan malam hari jadi besoknya insyaallah siap posting.
✔️ Manajemen gadget saat dengan keluarga utamanya anak.
✔️ Tetap wajib mengingat adab menuntut ilmu dengan stay foolish, stay hungry.
🌺 Relationship management
✔️ Menjaga interaksi dengan Nya melalui sholat 5 waktu diusahakan tepat waktu pada 3 waktu sholat (subuh, maghrib dan isya) dan membaca Al Qur'an minimal 20 ayat perhati. Juga dengan sholat sunnah pendukung yakni sholat Dhuha dan tahajud.
✔️ Berupaya menjadi pendengar yang baik bagi suami
✔️ Berempati
✔️ Membangun kepercayaan.
🌺 Partnership parenting
✔️ Memantau tumbuh kembang anak setiap bulan
✔️ Kerja sama dengan suami dalam mendidik anak, diusahakan tidak membuat keputusan bertolak belakang di depan anak.
✔️ Mendidik menggunakan Fitrah Based Education.
✔️ Mengikuti seminar parenting baik online maupun offline. Utamanya jika di kota Madiun ada seminar offline diusahakan hadir.
✔️ Mengupragde ilmu untuk membaca ilmu ilmu parenting utamanya tentang fitrah based education.
🌺Social matters
✔️ Membantu penyelenggaraan posyandu di lingkungan perumahan.
✔️ Meminta tolong kepada tetangga yang ahli Kesehatan misalnya dokter, perawat, apoteker dan penyuluh Kesehatan untuk sharing bersama tentang Kesehatan dalam posyandu.
✔️ Rutin tiap selasa mengadakan les gratis Bahasa Inggris kepada anak tetangga.

Demikian learning how to learn atau desain pembelajaran ala saya. Semoga tidak hanya list belaka melainkan konsisten saya terapkan dalam kehidupan sehari - hari.

Kamis, 21 Februari 2019

NHW4_Fitriyah Dewi Wulandari_Pacitan Raya

NHW keempat ini cukup menguras hati. Setelah nhw ketiga ada gangguan sistem jadi link missing dan tugas jadi masuk rekap terlambat. Selain itu soal soal di nhw keempat ini ya menguras hati juga. Menampar diri sendiri. Akan ke konsistensian diri. Tak apa semua memang proses. Allah menilai proses kita, tak semata hasil.
a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?.
Tidak, saya tidak ingin mengganti jurusan saya. Konsistensi itu penting. Jurusan kerumahtanggaan yang bermanfaat untuk sesama yang saya pilih tidak akan saya ganti. Tetap pilihan saya. Alasan saya karena setiap saat saya mengalaminya. Setiap detik saya mengalami dan menjalani peran sebagai ibu rumah tangga yang berusaha professional.

b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten?
Sampai di titik ini saya harus mengakui ada beberapa cek list indikator yang belum terpenuhi. Misal cek List mengerjakan proyek buku anak setiap senin-rabu. Karena cek list ini saya sendiri yang membuat, maka saya berusaha untuk menganalisis mengapa bisa tidak terpenuhi. Salah satu faktor utama adalah saya kurang fokus pada apa yang akan saya raih. Terlalu banyak hal yang ingin saya raih. Misal berjualan online dan mengerjakan proyek buku anak dengan mengasuh anak sendiri yang masih tiga tahun. Karena itu saya perlu untuk memfokuskan lagi apa yang ingin saya raih yakni yang utama membersamai anak. Apalagi suami berpesan, yang utama itu anak dan jika mengelesi jangan minta bayaran. Karena itu dengan alasan fokus itu selalu satu, tidak ada fokus itu dua maka saya berfokus terlebih dahulu pada anak. Sedangkan jam 'sisa' atau jam 'me time' saya, saya baru gunakan untuk keperluan bisnis online dan pengembangan diri.
Berdasarkan upaya mengenali diri sendiri di atas,  maka saya dapat merumuskan hal berikut:

Misi Hidup : memberikan manfaat sebaik baiknya kepada sesama utamanya kepada keluarga (anak, suami dan orangtua).
Bidang : sosial kerumahtanggaan.
Peran : ibu rumah tangga

——–

d. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

Untuk bisa menjadi memberikan manfaaat sebanyak-banyaknya sebagai pengajar ilmu yang perlu saya kuasai adalah sebagai berikut:

Ilmu agama agar dapat terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperhatikan cek list sebagai pribadi atau individu sebagai 'obat hati'.

Ilmu keluarga dan parenting sebagai panduan untuk menjalani peran sebagai ibu, istri, dan anak-anak dengan sebaik-baiknya.

Ilmu manajerial dan produktivitas  berupa time management, profesionalisme dengan memperhatikan skala prioritas dan alokasi waktu yang disusun sebagai jadwal sehari-hari.

———

e. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

Saya menetapkan KM 0 pada usia 31 tahun, tepar saat memulai program foundation dan matrikulasi Institut Ibu Profesional. Melalui program matrikulasi ini saya banyak diingatkan untuk mengingat kembali adab menuntut ilmu. Ini penting buat saya karena adab itu selalu mendahului ilmu. Bukan sebaliknya. Dengan memahami ini, saya menjadi lebih ringan dalam mencerna ilmu ilmu atau materi materi yang saya terima selanjutnya. Saat ini, saat usia anak kami masih balita maka foukjs utama adalah mendidik dan membersamai anak kami secara profesional. Buat saya itu yang utama, waktu yang tersisa barulah untuk 'pekerjaan sampingan' saya. Milestone yang ditetapkan adalah sebagai berikut:
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menerima dan mempraktikkan ilmu yang saya terima utamanya dari program foundation dan matrikulasi IIP.
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : mengisi rutin sebulan dua kali minimal program playdate yang sudah terbentuk.
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Membuka kelas Bahasa Inggris di Taman Baca di rumah kamim
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Taman baca kami benar benar bersinergi dengan kegiatan masyarakat sekitar kami sehingga memberikan manfaat nyata.

e. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.
Dalam hal ini ada beberapa koreksi di nhw#2 dan menyisipkan ilmu ilmu yang belum saya masukkan.

f. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

 

Sabtu, 16 Februari 2019

NHW3_Fitriyah Dewi Wulandari_Pacitan


Fitriyah Dewi Wulandari_NHW 3_Pacitan Raya

Sebelum membahas poin per poin apa saja yang menjadi tugas dari Nice Homework #3 ini, rasa rasanya saya harus bersyukur sekali karena saya menikah di usia yang 'tepat' dan insyaallah mendapat pasangan yang 'tepat' pula. Mengapa saya bersyukur? Karena, definisi tepat di sini maksudnya adalah secara psikologis dan finansial Allah telah anggap saya matang. Memang dari planning hidup sewaktu masih single dan happy (sekarang pun jadi wife, mother and happy juga alhamdulilah 😉) saya menginginkan menikah di usia 25 tahun. Qodarullah, saya menikah di usia 27 tahun yang mendekati 28 tahun. Menyesal? Tidak sama sekali. Sebelum saya berkenalan dan mengetahui IIP, saya pernah menuliskan surat kecil tapi tidak detail sekali, untuk calon jodoh saya. Sayangnya saya sudah tidak menyimpannya. 😌. Isinya singkat saja, seingat saya,

Dear Allah SWT,
Tolong bantu calon imam saya di dunia menemukan saya dan saya juga bisa menemukannya. Barangkali selama ini sudah ada di depan mata, tetapi karena keangkuhan hati ini, jadi tidak nampak.
Aamiin.

Sudah, begitu saja. Hehe. Lalu apa hubungannya dengan NHW #3 ini? Hubungannya antara surat tadi, Allah SWT benar benar mengirimkan jodoh buat saya tak lama setelah surat kecil itu saya buat.
Saya sudah benar-benar ikhlas alias tidak punya calon pasangan saat itu. Tidak sedang berpacaran dengan siapapun. Dan usia sudah lebih dari 25 tahun. Plus dalam posisi sedang menempuh studi lanjut ke pascasarjana. Yang menurut orang, bakalan susah cari pendamping. Sudah ikhlas sajalah pikir saya. Saya hanya punya Allah SWT.
Singkat cerita memang benar, jodoh saya, yang menjawab ijab dari bapak saya, adalah teman lama. Teman SMP yang adiknya adalah murid saya di sebuah SMA. Masya Allah.
Waktu berjalan dan akhirnya terdamparlah saya di matrikulasi perkuliahan Institut Ibu Profesional Batch#7 Pacitan Raya ini.
Saya diingatkan oleh surat kecil yang 6 tahun silam saya tulis. Saya 'lupa' tidak pernah menuliskan balasan kepada imam saya saat ini, suami saya sendiri. Mungkin karena merasa sudah 'sah'. Khas sifat manusia yang lupa akan nikmatNya. Terima kasih IIP untuk tugas kali ini. Agak lama saya memikirkannya. Karena tidak mudah memang.
a. Jatuh cinta lah kembali pada suami Anda. Buatlah surat cinta yang menjadikan Anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah anak anak anda. Berikan kepadanya dan lihat respon suami.

Dear Mas Ir,
Sebelum aku tulis surat cinta ini untukmu. Terima kasih untuk segala yang mas berikan untuk ku dan anak anak. Aku sebut anak anak karena anak kita sudah dua. Yang satu insyaallah menjadi tabungan akhirat kita berdua ya mas. Aamiin aamiin aamiin Ya Robbal Alamin.
16 Mei 2015 adalah hari dimana perjanjian agung dunia akhirat kita dimulai. Hari dimana aku sah menjadi istrimu lalu kemudian menjadi ibu dari Ziyad dan Rahimullah Uwais.
Maafkan aku memasuki pernikahan ini dengan ala kadarnya meski aku sudah berusaha untuk mempersiapkan diri. Sebenarnya aku malu, karena yang lebih rapi dalam menyapu lebih rapi dalam menyetrika adalah dirimu.
Sedangkan aku, menyapu ala kadarnya dan menyetrika rapi pun aku belajar darimu.
Belum lagi saat aku hamil anak pertama kita, Ziyad. Saat itu entah memang karena bawaan bayi atau memang aku yang malas, aku benar benar malas mandi dan bersih-bersih rumah. Dan aku cemburuan sekali saat itu.
Aku malu. Biasanya ibu ibu muda curhat tentang betapa tak rapinya suaminya karena menaruh handuk sembarangan dsb justru aku belajar darimu, mas.
Terima kasih untuk pelajaran rapi dalam rumah tangga.
Pernikahan kita selanjutnya bahagia karena tidak lama aku hamil anak kedua kita.
Disitu aku sebenarnya kaget karena ziziyo masih ASI. Aku hamil lagi. Dan aku shock. Lagi lagi dengan gaya phlegmatismu (ini salah satu tes kepribadian, mas pernah tes online di FB dulu sekali, dan ini relevan menurutku) mas benar benar menenangkan aku (karena aku seorang koleris yang nampak tegas tetapi sebenarnya aku mudah panik jika sesuatu tidak sesuai planning ku). It is OK, jawabmu. Lagipula, dia anak kita berdua. Berbahagialah. Tegasmu lagi.
Dan selanjutnya, sampai akhirnya aku melahirkan dan karena tugas luar kota, mas tidak bisa menemani kelahiran Uwais.
Aku tak tahu harus berkata apa karena tak lama dia tidak bernafas.
Uwais sudah pulang. Selamanya. Ke kampung keabadian. Dari hadist yang pernah aku baca, dia sedang diasuh oleh Nabi Ibrahim AS dan ibunda Siti Sarah di Taman FirdausNya.
Saat itu aku hancur. Dunia rasanya kiamat. End.
Apalagi Saat asiku lancar sekali sementara yang disusui sudah tiada.
Beda dengan kelahiran anak pertama kita, asiku belum lancar.
Tapi melihat wajah ziziyo aku harus bangkit. Kasihan ziziyo jika harus melihatku terpuruk berparut larut.
Aku pun tahu, perasaan mas sama hancur lebur dengan perasaanku.
Tetapi demi menguatkan aku, mas (terlihat) tabah saat itu.
Terima kasih mas, sudah mengantar Uwais pulang terima kasih sudah menemani aku dalam masa masa duka itu.
Ah menuliskan ini pun air mataku masih saja mengalir. Insyaallah Uwais sudah bahagia di sana. Aku, yang harus terus belajar mengikhlaskannya.

Waktu terus berjalan ya mas. Gak kerasa si kakak, Ziziyo berusia 3 tahun bulan ini. Mas juga mempercayakan penuh pendidikan ziziyo padaku dalam arti mas percaya bahwa aku pantas menjadi guru pertama dan utama ziziyo.
Terima kasih pula atas diskusi diskusi kita, bahwa kita sampai pada kesimpulan bahwa ziziyo tidak memerlukan paud alias pendidikan anak usia dini. Aku, ibunya yang mas percayai bahwa insyaallah aku bisa mendidiknya.
Satu hal lagi yang menurutku mas bisa cool, tenang, malem meski di situasi terdesak. Berbeda denganku yang gampang terserang pannick attact saat ada sesuatu yang gawat terjadi. Ini penting sekali buatku, agar aku tetap berfikir tenang dan waras. Satu hal ini aku masih terus belajar darimu, Mas.
Terutama saat ziziyo sakit dan aku dalam kondisi pannick attack. Mungkin, aku juga trauma. Karena pernah kehilangan Uwais. Tapi tentu semua yang terjadi adalah takdirNya.

Jatuh cinta lah lagi pada suami anda, begitu bunyi kalimat tugasku.
Diam diam dan sampai saat ini hehehe, meskipun tidak setiap malam, aku melihat mas saat sudah terlelap. Cukup memandang saja. Ternyata mas orangnya, orang yang dikirim Allah, orang yang datang tak lama setelah surat kecil itu aku tulis. Masya Allah. Semoga Allah senantiasa memberkahi pernikahan kita ya mas.
Tentu tak sekali dua kita berbeda pendapat, tentang pintu batas antar ruang yang dibuka semua atau ditutup separuh. Dan hal remeh temeh lainnya. Semakin lama kita bersama aku makin hafal apa yang menjadi kesukaan mas dan apa yang menjadi ketidaksukaan mas. Tetapi mas orangnya alhamdulillah gak ribet tidak suka pun tidak akan menjadi permasalahan. Misal mas tidak suka ayam potong, tetapi mas tetap menghargai dan memakan jika aku menghidangkan menu itu. Aku tersanjung sekali karena mas selalu menghabiskan makanan entah enak ataupun tidak.
Terima kasih pula untuk ilmu bersyukur yang ini.
Terima kasih untuk (menuju) 4 tahun pernikaham kita dan seterusnya.
Tentu aku berharap pernikahan kita ini tidak hanya di dunia ini tetapi kekal abadi di surgaNya kelak. Aamiin aamiin aamiin.
Salam sayang,
Wulan
(surat ini saya copy paste dan saya kirim ke email suami. Saya kirim tepat saat suami sudah bersantai dan saya tunggu bagaimana responnya)
(dikarenakan suami masih belum membalas secara 'resmi' maka sementara sekian bahasa poin ini, segera setelah dibalas akan saya tulis di blog ini, semoga sebelum dinilai mba Nana sudah dibalas hehehe)

b. Lihatlah anak anak Anda, tuliskan potensi diri kekuatan diri mereka masing-masing.
Akhir tahun 2018 kemarin, sebelum saya mengikuti matrikulasi IIP, saya mengikutkan Ziziyo tes fingerprint untuk mengetahui modalitas dan bakat Ziziyo. Sebenarnya banyak sekali metode penggalian bakat anak, misal dari pandu 45 pak Didik dan Bu Septi (saya baru tahu setelah kopdar dengan mba Handayani tgl 8 Februari kemarin di perpusda kota Madiun) dan tes bakat dari Abah Rama.
Tujuan saya, kelak ziziyo fokus saja pada apa yang menjadi bakatnya.
Dari hasil analisis sidik jari atau finger print tes, ananda pertama kami, Ziziyo termasuk pemikir menggunakan otak kiri (36.35%) dan kanan (34.98%).
Gaya belajar Ziziyo diprediksi visual menggunakan gambar.
Dan group intelligence Ziziyo adalah akademik (34%). Kelebihannya adalah dia berfikir di atas rata rata. Juga memiliki kepercayaan diri yang bagus di lingkup akademiknya. Kekuatannya juga termasuk menganalogikan pembelajaran. Namun perlu diwaspadai sifat individualistik yang juga mengiringi group intelligence ini.
Dengan hasil tes tadi, saya lebih punya gambaran terhadap apa yang menjadi kekuatan ziziyo dan berusaha untuk menyalurkan apa yang menjadi minatnya
Dengan tipe pembelajar visual gambar, di rumah kami sediakan buku buku anak yang bergizi. Agar dia terpuaskan gaya pembelajarannya. Hal ini terbukti saat ini kami tidak berfokus calistung melainkan melek literasi. Dia belum tahu huruf tetapi simbol sudah hafal. Misal, simbol lambang perusahaan tertentu dan simbol suatu swalayan. Mengenai kecenderungan sifat individualismenya, saya tetap memuaskan ego kepemilikannya dengan berusaha untuk selalu meminta izin padanya jika ada temannya yang hendak meminjam mainan atau barangnya. Jika dia mengizinkan, maka saya perbolehkan temannya mengambil barangnya. Jika tidak maka saya beri alternatif pilihan. Tentu tidak semudah itu, memang. Tapi memang mendidik tidak bisa mendadak.
Namun, saya juga berkeinginan untuk menganalisis bakat ziziyo menggunakan Pandu 45. Agar mampu mengimbangi hasil tes berdasarkan finger print dari mesin tadi. Semoga di sesi perkuliahan matrikulasi selanjutnya saya bisa menerima sub bagian ini. Aamiin aamiin aamiin.

c. Lihatlah diri anda, silahkan cari kekuatan potensi diri anda. Kemudian tengok kembali pasangan dan anak, silahkan baca kehendak Allah, mengapa Anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga dengan bekal potensi yang Anda miliki.
Pertanyaan ini yang paling sulit sekali. Karena, menganalisis kekuatan diri sendiri itu paling sulit. Melihat orang atau anak sendiri bisa saya analisis tetapi diri sendiri sulit karena takut subyektif yang tinggi. Sampai bagian ini, saya meminta suami untuk memberikan penilaian tentang potensi saya. Menurut suami, karena saya telaten membuat folder (tercetak) tentang anak kami, lalu mengisinya dengan worksheet worksheet sederhana ala kami, suami menilai saya adalah pendidik yang baik. Saya rasa itu ada benarnya mungkin karena faktor jurusan saya kuliah. 4 tahun saya kuliah tentang kependidikan Bahasa Inggris dan 2 tahun lanjut si pasca sarjana di bidang yang sama. Tentu, akan berpengaruh pada pola fikir saya. Terlebih setelah menikah saya semakin getol untuk mengikuti grup grup parenting dan kuliah online parenting. Sehingga saya suka untuk membuat aktifitas dengan anak dan mendokumentasikannya. Alhamdulillah suami mempercayakan saya sebagai pendidik utama dan pertama anak (insyaallah anak anak kami selanjutnya juga) pertama kami. Kami bersepakat untuk tidak memasukkan anak ke sekolah untuk usia dini. Dengan usia yang baru tiga tahun, kami (saya dan suami) lebih mengedepankan anak untuk belajar secara informal alih alih dalam suasana formal. Setiap detik adalah belajar dan kami pun sebagai orangtuanya yang juga belajar. Belajar menjadi orangtua dan belajar mendidik anak.

d. Lihatlah lingkungan yang Anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan Anda? Adakah Anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga Anda dihadirkan di sini?
Tantangan di depan mata yang saya hadapi adalah kecenderungan orangtua muda di lingkungan kami untuk lebih membelikan gadget dan mendowbloadkan film kartun di bandingkan membuat agenda bermain bersama anak, dan membacakan buku bersama anak.
Masih ada stigma lebih baik membelikan mainan mahal daripada buku, karena buku untuk anak dianggap takut tidak dibaca dan eman eman karena anak belum bisa baca.
Hal hal inilah yang membuat saya dan beberapa ibu akhirnya membuat playdate rutin untuk anak anak di lingkungan perumahan tempat kami tinggal. Belum rutin satu pekan sekali tapi setidaknya kami berusaha untuk meminimalisir penggunaan gadget yang berlebihan. Selain itu, atas dorongan suami, saya diizinkan untuk membuka taman baca mini di rumah khususnya untuk para balita. Agar buku buku anak benar benar bisa dibacakan dan dirasakan manfaatnya langsung oleh anak anak.
Tantangan terberat bagi kami adalah saat para orang tua milenial ini masih menganggap gadget adalah benda yang sangat aman karena secara fisik, anak tetap di lingkungan rumah, tidak kemana-mana. Semoga, dalam hati saya berharap, orangtua mengecek secara berkala durasi lama penggunaan gadget dan konten yang dinikmati anak. Bukan karena saya sudah berhasil melakukan duet gadget pada anak kami sendiri, tetapi dengan kekuatan bersama tentu lebih mudah menanamkan nilai nilai luhur misal sopan dan sayang pada sesama, gadget adalah benda dan lebih utama adalah interaksi anak dengan lingkungannya. Nilai nilai ini lebih mudah untuk dikenal, difahami, dan dilakukan anak jika secara bersama sama anak dan teman mainnya juga diberikan pemahaman tentang penggunaan gadget bahkan batasan gadget pada usia di bawah 2 tahun.
Kedepannya taman baca yang kami kelola ini tidak hanya fokus pada playdate dan kegiatan membaca buku, serta kegiatan kuliah online lewat aplikasi WhatsApp, kami juga ingin dapat mengadakan seminar parenting untuk skala perumahan dan warga sekitar rumah kami agar orangtua khususnya yang menjadi tetangga kami juga bersama sama membesarkan anak anak kami dalam value yang sama, dalam hal ini adalah pembatasan penggunaan gadget. Semoga dapat terlaksana dalam beberapa bulan ke depan. Aamiin aamiin aamiin.





Sabtu, 09 Februari 2019

Tentang kopi darat IIP Pacitan Raya dan PIKK PLN UP3 Madiun yang ternyata satu benang merah.

Kopdar dan jodoh dua kali

Seharusnya saya sudah terdaftar di batch 5 tahun 2017 kemarin
Sudah dapat seat foundation selangkah ke matrikulasi.
Tetapi memang rezeki akan selalu datang pada yang punya
Tanpa pernah keliru
Tanpa pernah salah waktu.
Sempat kecewa sekali pada saat itu, sempat "nggondok" juga tapi tak jelas nggondok ke siapa 🤭😆😁.

Atas info sahabat lama dan insyaallah sahabat selamanya dek Husna Ummu Al Fatih tahun ini dapat kesempatan mendaftar lagi
Alhamdulillah dapat seat kelas foundation dan kelas matrikulasi.
Fix resmi di batch 7.
Teman teman seumuran saya sudah jauh lebih dulu mengikuti IIP (Institut Ibu Profesional). Tapi di sini ga ada kakak kelas dan adik kelas. Semua sama. Semua ibu.
Saat stadium generale di grup Telegram, saya praktis terkagum kagum betapa kerennya mba mba yg di video itu.
Percaya diri dan self esteem nya 'kelihatan'.

Masih teringat diri, irt biasa, berdaster kemana mana
Bisakah berbincang di depan ibu ibu dengan tenang dan percaya diri?
Lain cerita saat masih kuliah dulu, lain. Lain zaman.

Bahagiakah dengan pilihan saat ini? Dengan banyaknya pertanyaan kiri kanan tak emankah dengan ijazah mu?

Bukan, bukan sama sekali untuk membuat versus ini itu.
Semua adalah ibu. Semua punya jalan cerita masing masing. Semua ibu adalah teman seperjuangan.

Ternyata di tahun ini
Tepat di Batch #7 Matrikulasi IIP
Rezeki saya double.
Alhamdulillah langsung ketemu manajer matrikulasi IIP mba Handayani.
Berbagi info tentang pandu 45 secara langsung di perpustakaan kota Madiun dan alun alun kota Madiun.

Sorenya, saat saya akan menghadiri PIKK di kantor suami, (PIKK itu semacam dharma wanita ya... Persatuan istri dan karyawan kira kira begitu).
Qodarullah ketemu mba Handayani lagi. 🤩🤩🤩🌺🌺😍😍😍.
Kali ini beliau sharing tentang buket jajan.
Untuk orang awam ketrampilan, membuat dan dibekali ilmu ini rasanya alhamdulillah senang sekali. Sederhana tapi laku dijual. Skill sekali ini. 😍🤩.
Masih bonus ternyata salah satu anggota PIKK juga di IIP Batch sebelumnya. Dapat teman baru yang sama sama memiliki passion dan berada di grup yg sama. Alhamdulilah.

Jumat, 8 Februari kemarin saya tersadar.
Memang belum waktunya saya ikut matrikulasi IIP Batch #5.
Tetapi tahun ini, dan dibayar tunai.. Gimana sah? 😆😆😆

Bukan 'sekedar' ketemu mba Handayani, tetapi bertemu langsung dengan beliau dan teman teman senafas seirama sangat membantu diri ini agar tetap bersyukur dan tetap memiliki self esteem yg cukup pada diri sendiri, bahwa menjadi ibu itu cantik.

Alhamdulillah.
Jodoh (rezeki) itu selalu tepat waktu
Selama kita berusaha mendapatkannya
Sebaik baiknya.

Aamiin aamiin

Fitriyah Dewi Wulandari
Mahasiswa IIP Pacitan Raya batch #7

Kamis, 07 Februari 2019

Fitriyah Dewi Wulandari_NHW#2_Pacitan


Checklist indikator profesionalisme perempuan kelas matrikulasi IIP Batch #7.
Sebagai seorang istri dan ibu, ada beberapa peran yang saya jalani. Yakni sebagai individu, sebagai istri dan sebagai ibu. Tentunya setiap peran membutuhkan indikator kesuksesan yang berbeda-beda. Ngomong-ngomong soal indikator, ini mengingatkan saya pada salah satu tugas mata kuliah kependidikan di zaman kuliah (formal) dahulu. Karena jurusan yang saya pilih dalam universitas kehidupan adalah kerumahtanggaan yang bermanfaat bagi sesamanya, maka tentu indikator pencapaian akan memudahkan saya "lulus" dalam jurusan yang saya pilih sendiri.
Indikator itu hendaknya SMART, yakni Specific, Measurable, Achievable, Realistic and Time Bound.
Specific artinya unik dan detail, Measurable maksudnya adalah dapat diukur, Achievable artinya dapat atau memungkinkan untuk diraih dan Time Bound artinya berikan batas waktu.

Berikut adalah indikator profesionalisme perempuan menurut saya yang menjalani peran sebagai :
1. Individu (seorang muslimah)
Individu dalam hal ini yang saya maksudkan adalah seorang muslimah dan seorang makhluk sosial. Indikator yang saya anggap menunjang saya menjalani peran ini adalah:
✔️ Sholat lima waktu setidaknya subuh dan maghrib di awal waktu.
✔️ Sholat sunnah qabliyah dan ba'diyah minimal pada sholat subuh dan maghrib.
✔️ Sholat tahajjud dan Dhuha minimal empat kali dalam satu pekan.
✔️ Membaca AL Qur'an minimal sehari 20 ayat.
✔️ Membaca tafsir ibnu katsir setiap hari jumat pagi sebelum sholat subuh minimal 5 halaman.
✔️ Membaca Bulughul Maram setiap hari Sabtu atau Ahad pagi sebanyak minimal satu bab pembahasan.
✔️ Merutinkan dzikir pagi dan sore hari minimal salah satu dilakukan setiap hari.
✔️ Hadir majelis taklim lingkungan setiap bulan dan atau menghadiri kajian online minimal 4 kali dalam satu pekan.
✔️ Menjaga ukhuwah dengan tetangga dengan mengunjungi jika sakit, menyapa saat bertemu dan tidak mempergunjingkannya dilakukan setiap saat dan saat ada kabar tetangga yang sakit segera dijenguk minimal paling lambat 2 hari setelah mendapatkan kabar.
✔️ Infaq minimal satu kali per bulan saat infaq rutin.
✔️ Baca buku tentang mendidik anak, pelajaran bahasa inggris dan buku bergizi lainnya minimal satu bulan satu buku. Buku memanfaatkan koleksi pribadi dan meminjam ke perpustakaan kota yang artinya tidak harus beli.
✔️ Mengerjakan proyek buku anak kolaborasi dengan teman setiap hari senin--rabu pagi pukul 03.00 WIB.
✔️ Olahraga ringan  seperti aerobik sendiri dan bersepeda setiap pagi hari pada hari kamis, jumat dan sabtu atau minimal tiga kali dalam satu pekan.
✔️ Menjaga sikap baik dan tidak memposting kabar bohong, komen adu domba, tidak mem-follow- mengomentari akun gosip, dan menjaga sikap dengan menghindari perdebatan kepada suami, orangtua, mertua dan teman serta tetangga dilakukan aktif setiap hari.

2. Indikator profesional sebagai seorang istri

✔️ Berkata yang baik dan menghindari perdebatan dengan tetap mengutamakan prinsip komunikasi dua arah yang berimbang setiap hari.
✔️ Meminta izin kepada suami jika hendak keluar rumah atau berpegian utamanya ke tempat tempat umum misal perpustakaan kota, pusat perbelanjaan dan pasar yang jauh dari rumah dilakukan setiap saat akan mau keluar rumah.
✔️ Menjaga aurat setiap saat.
✔️ Menjaga kekurangan suami dengan tidak mengumbarnya di media sosial, ataupun di kehidupan nyata dilakukan setiap saat.
✔️ Berdiskusi tentang tumbuh kembang anak dan program rumah baca kami minimal sekali setiap akhir pekan.
✔️  Taat kepada suami selama tidak melanggar syariat dan dilakukan setiap saat.
✔️ Tidak berbicara dengan nada tinggi kepada suami ini dilakukan setiap saat dan apabila saat marah lebih baik diam jika tidak bisa berkata baik. ✔️ Mencatat pengeluaran rumah tangga setiap hari.
✔️ Menelepon dan melakukan video call minimal seminggu tiga kali kepada ibu mertua.
✔️ Mendorong suami untuk berbakti kepada ibu kandungnya dengan memberikan apa yang menjadi hak ibu mertua.
✔️ Menjaga kesehatan suami dengan menyediakan menu yang sehat terutama mengandung buah dan sayur yang dilakukan setiap hari.
✔️ Memasakkan menu kesukaan suami minimal seminggu sekali.
✔️ Mengunjungi mertua sekaligus orangtua (karena alhamdulillah mertua dan orangtua tigggal dalam satu daerah yang sama) minimal setahun dua kali.
✔️ Mengalokasikan waktu untuk berdua minimal satu pekan tiga kali.

3. Indikator profesional sebagai seorang ibu
✔️ Menyiapkan makanan sehat untuk anak setiap hari (tidak menggunakan nugget pabrikan, menu sehari terdapat sayur dan buah, serta menghindari menu fast food).
✔️ Membersamai anak dengan mengajak bermain yang mengasah motoriknya dilakukan setiap pekan mininal tiga kali.
✔️ Membacakan buku setiap hari minimal 5 menit.
✔️ Mengontrol waktu pemakaian gadget untuk anak maksimal 1 jam per hari dan akan terus berkurang hingga 30 menit per hari.
✔️ Latihan toilet training dari sore ke pagi hari dimulai pada 14 Februari tepat saat anak berusia 3 tahun.
✔️ Mengecek tumbuh kembang anak dengan hadir di posyandu lingkungan rutin tiap pekan ke-3 hari senin setiap bulan.
✔️ Mengamati anak setiap hari untuk memantau bakat bawaan anak. Ini terkait dengan untuk mengetahui bakat, minat dan kepribadian anak. Dibuat cek list khusus yg sederhana. Pengamatan ini dilakukan setiap hari. (Dengan menggunakan cek list bahasa bakat ananda dari Abah Rama).
Cek list bahasa bakat ananda antara lain:
1. Command
2. Activator
3. Competition
4. Maximizer
5. Significance
6. Self- assurance
7. Communication
8. Winning to others
9. Positivity
10. Developer
11. Relator
12. Includer
13. Harmony
14. Adaptability
15. Connectedness
16. Emphaty
17. Futuristic
18. Individiualization
19. Strategic
20. Ideation
21. Analytical
22. Learner
23. Input
24. Context
25. Restorative
26. Deliberative
27. Arranger
28. Disclipine
29. Consistency
30. Focus
31. Achiever
32. Intellection
33. Responsibility
34. Belief

✔️ Mendisiplinkan waktu mandi anak pagi hari maksimal pukul 07.30 sudah mandi dan sore hari maksimal pukul 16.30.
✔️ Melatih anak mengucap kata maaf, tolong dan terima kasih dengan memberi teladan terlebih dahulu. Proses pembiasaan ini dilakukan setiap hari ketika anak meminta tolong maka diajarkan untuk mengucap, "minta tolong buk..." setelah selesai "makasih buk.." kalau  salah, "maaf buk"
✔️ Mengajarkan dan membiasakan anak doa doa harian (doa sebelum makan dan sesudah makan, doa sebelum tidur) serta surat Al fatihah, al ikhlas, al falaq dan an Annas setiap hari utamanya sesuai waktu doa dan sewaktu bermain dengan anak sambil dikenalkan dan dibacakan keempat surat tadi.

Semoga yang sudah saya tuliskan di atas tidak sekedar berakhir menjadi cek list belaka melainkan menjadi gaya hidup untuk dipraktekkan ke dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga dengan adanya panduan ini dapat melecut semangat diri agar menjadi lebih baik lagi. Sesuai ungkapan (ada pula yang menyakini Hadist) yang saya pernah dengar, barang siapa yang hari ini sama dengan kemarin maka dia merugi dan barang siapa dia lebih baik dari kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung
Aamiin aamiin aamiin Ya Mujibas Sailin.










Selasa, 29 Januari 2019

NHW#1 Fitriyah Dewi Wulandari Pacitan


NHW#1_Fitriyah Dewi Wulandari_Pacitan
Adab Menuntut Ilmu

Setelah mempertimbangkan banyak hal, maka diputuskan untuk menulis tugas-tugas matrikulasi IIP di blog ini. Alasan paling utama adalah agar kelas semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi warga net dan menjadi arsip pribadi yang gampang dicari karena memiliki rejam jejak digital.

Baiklah, berikut jawaban dan uraian saya dalam tugas pertama alias NHW#1.

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekun di universitas kehidupan ini.
Beberapa waktu yang lalu secara tidak sengaja, saya dan suami sempat membicarakan mirip dengan hal ini meski tidak mirip 100%. Hal ini karena, suami lebih suka saya di rumah. Mengurus anak kami sendiri daripada saya bekerja di luar rumah. Akan tetapi suami saya paham bahwa saya bukalah tipe ibu yang dapat berdiam diri lalu secara fisik dekat dengan anak tetapi secara hati berjauhan, naudzubillahimindzalik. Bahasa gampangnya, saya bisa bosan jika "hanya" mengantar suami bekerja dan menunggu datang kerja di sore atau malam hari. 🙂.
Setelah berdiskusi dengan suami, saya berkeinginan untuk mengambil jurusan pendidikan kerumahtanggan yang bermanfaat bagi sesamanya.
Jurusan ini berfokus pada memilih pasangan hidup yang benar, yang satu visi misi dan sama sama mengejar kehidupan akhirat dengan tidak melupakan kehidupan duniawi. dan memberikan manfaat bagi sesamanya, lalu membekali mahasiswanya dengan tips pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) serta tips kesehatan bagi keluarga dan jurusan ini pula akan membekali mahasiswanya, alias saya sendiri, dengan keterampilan dasar ke rumahtanggaan serta tentunya dengan ilmu ilmu untuk mendidik anak dari dalam kandungan hingga akil balig.

2. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni bidang ilmu tersebut?
Alasan terkuat adalah melihat saya sendiri memasuki dunia pernikahan dengan bekal ala kadarnya meski sudah berusaha menyiapkan diri dengan membaca buku buku tentang pernikahan tetap saja saya pribadi merasa kurang ilmu. Saya pribadi tidak terlalu terampil dalam mengurus rumah. Misalnya dalam memasak dan jahit menjahit. Tidak dipungkiri karena di waktu sebelumnya, saya memang dilarang masuk ke dapur agar belajar (akademis) saja. Tentunya sekarang hal ini bukanlah alasan karena saya dapat belajar dari banyak sumber. Lalu, melihat anak kami sendiri yang masih dalam usia dini. Saya pribadi berkeinginan membersamai anak kami dengan profesional. Ini selaras dengan visi misi Institut Ibu Profesional. Saya sering merasa sedih saat anak anak seusia kami hanya menghabiskan waktu dengan bermain gadget. Apalagi setelah tahu ada salah seorang anak kenalan yang sudah bermata minus di usia muda akibat terlalu lama bermain gadget.
Melihat mereka yang seharusnya bermain di luar, berinteraksi dengan alam dan membaca atau dibacakan buku, hati saya trenyuh manakala melihat anak anak seusia anak kami atau usia dini sudah diberikan gadget hanya agar "tidak mengganggu" orangtuanya. Definisi tidak mengganggu di sini misalnya agar anak mudah terpantau pengawasannya daripada membiarkan mereka bermain di luar rumah. Secara fisik bermain gadget dinilai lebih aman karena mereka tidak kemana mana, memang, akan tetapi konten dan durasi penggunaan gadget itu yang perlu diperhatikan. Jangan sampai konten yang tidak disaring dan tidak sesuai umur sudah dikonsumsi anak anak usia dini tersebut.
Alasan berikutnya lagi, karena berada di dalam rumah membersamai anak sering dianggap pekerjaan yang tidak bergengsi. Karena tidak menghasilkan uang. Padahal, membersamai mereka di rumah secara finansial, lebih menghemat anggaran karena tidak perlu menyewa pengasuh anak, misalnya. Dengan ibu hadir secara fisik-apalagi dengan hati- anak anak akan merasa nyaman dan terlindungi. Secara kesehatan, ibu yang berada di dalam rumah memiliki kontrol penuh terhadap apa apa yang dikonsumsi anak anak. Dan alasan yang paling utama adalah ibu dapat menjadi sekolah utama dan pertama bagi anak. Anak dapat bertanya langsung tentang suatu hal tanpa harus menunggu jam kerja ibu usai.
Melihat begitu banyaknya nikmat ini, seharusnya saya sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik, saya harus bersyukur. Justru dengan tidak memiliki perang ganda atau memiliki peran ganda tetapi waktu kerja yang masih bisa dikontrol dan diatur sendiri, insyaallah anak saya berada dalam asuhan yang aman.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
Strategi saya untuk menuntut ilmu di jurusan pendidikan kerumahtanggan adalah :
🌺 Terus belajar dan mencari ilmu sebagai istri dan ibu pendidik. Dengan mengikuti IIP saya bertemu dengan rekan rekan yang memilik passion sejenis dan saling menguatkan satu sama lain.
🌺 Membaca buku buku yang berkaitan dengan jurusan pendidikan kerumahtanggan yang profesional secara rutin minimal seminggu sekali membaca dan meminjam buku dari perpustakaan kota terdekat.
🌺 Memiliki satu akun bertema bermain bersama anak di media sosial dan rutin mengisinya dengan ide ide bermain bersama anak dan tips tips parenting yang jelas "kehalalan" sumbernya. Maksudnya adalah jelas penulisnya serta jelas keikhlasan penulisnya untuk ilmunya dibagi.
🌺 Menghadiri seminar parenting online dan mengadakan serta menghadiri kelas kuliah melalui WhatsApp.
🌺 Membuka Taman baca dan les Bahasa Inggris gratis bagi anak yatim dan yang kurang mampu secara ekonomi.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?
Ada beberapa poin utama yang dapat saya garis bawah yang perlu saya perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut:
🌺 Berusaha tidak sembarangan main share berkaitan dengan informasi yang saya dapat dari media sosial.
Ini berkaitan dengan banyaknya informasi yang saya terima sering tidak jelas kebenarannya atau hanya berlabel "copas dari grup sebelah". Hal ini perlu untuk diwaspadai karena dikhawatirkan jika yang saya share bukanlah ilmu yang benar tentu akan menjadi dosa jariyah bagi saya.
🌺 Berusaha menanyakan kepada narasumber apakah boleh ilmu yang saya dapat saya bagi di dunia nyata dan maya. Keikhlasan dari narasumber dan guru akan berdampak pada kebermanfaatan ilmu yang saya dapat. Jika narasumber suatu seminar tidak berkenan ilmunya saya tulis untuk umum lebih baik saya hapus saja dan saya simpan sendiri.

Aliran Rasa

Aliran Rasa selama mengikuti program foundation dan awal matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP)
Sebenarnya sudah lama saya ingin bergabung dengan IIP ini, tepatnya sejak tahun 2017.
Namun, satu dan lain hal utamanya karena sistem pendaftaran yang waktu itu kurang ramah buat saya. Yakni, calon mahasiswa dari kelas foundation belum tentu dapat seat matrikulasi. Alhamdulillah di tahun ini, dengan adanya perubahan sistem pendaftaran, saya dapat bergabung di kelas Matrikulasi IIP.
Tentu tidak sesingkat ini cerita pada kenyataannya, karena saya mengalami beberapa drama yang cukup menantang. Saat akan mengikuti kelas ini, saya selalu berusaha untuk mengamankan saldo rekening bank yang terdaftar m-banking. Karena kalau pakai ATM tentu ribet dan tidak fleksibel. Tak dinyanan, satu dan lain hal salod m-banking saya mepet hingga tidak bisa transfer ke rekening IIP. Hingga akhirnya saya menyewa taksi online, agar ramah anak mengingat anak saya akan selalu ikut ke mana pun saya pergi. Jarak ATM dengan rumah kami pun tak jauh, kurang dari 1 km. Tapi begitulah perjuangan saya agar bisa mendapatkan Seat di program matrikulasi IIP ini.
Awal bergabung, saya cukup terkaget kaget karena banyak hal baru yang saya terima dan harus saya lakukan. Misalnya saat penugasan frame foto dan edit foto. Saya tidak gaptek sekali tapi ya tidak expert. Akan tetapi saya bersyukur Allah SWT memberi kesempatan saya belajar lebih dengan beberapa aplikasi edit foto. Sekaligus dibantu wali kelas dan fasilitator termasuk teman teman di grup WA kelas Matrikulasi.
Sampai titik ini saya cukup terengah-engah. Sempat ada keraguan bisakah saya lulus?
Bisakah saya konsisten?
Namun, saya berusaha yakin dan berdo'a agar bisa terhindar dari sifat malas - karena kuliah online sangat mengandalkan kemandirian siswa- dan sifat buruk lainnya. Aamiin.
Setiap hari saya belajar hal baru dengan teman teman di kelas Matrikulasi, sampai titik ini saya merasa one of my dreams come true, yaitu bergabung di kelas Matrikulasi.
Semoga pekan pekan selanjutnya akan menjadi pekan yang indah dan menantang untuk belajar. Dan ilmu yang saya dapatkan insyaallah mudah mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk keluarga kecil saya dan menyebar ke lingkaran luar keluarga kami.
Aamiin aamiin.

Minggu, 02 September 2018

Urgensi Minat Baca

Mulai kapan buku dibacakan kepada anak? Sejak dalam kandungan karena indra pendengaran sudah terbentuk sejak beberapa bulan dalam kandungan.


Apalagi tahun-tahun pertama bayi perkembangannya sangat pesat. Masa ini akan sangat bermanfaat apabila diberikan stimulus yang sesuai usia anak.

Bagaimana cara membacakan buku pada anak?


Dengan membacakan buku dengan nyaring.

Berapa lama kegiatan ini dilaksanakan?


Lebih utama rutin. Setiap hari. Durasi tidak perlu terlalu lama, 5 menit per hari lebih baik daripada 10 menit tapi hanya setiap akhir pekan. Harap maklum apabila pada awalnya bayi nampak tidak tertarik pada buku atau kegiatan membacakan buku ini. Semuanya bertahap ya mom. Tidak ada yang instan. Pelan-pelan saja kata kotak. Hehehe.

Apa manfaat membacakan nyaring?


Anak mau membaca, lalu anak bisa membaca dan pada akhirnya GEMAR MEMBACA.

11. Manfaat membacakan nyaring:


1. Membantu perkembangan otak lebih optimal.


2. Memperkenalkan dan melatih kemampuan mendengar.


3. Menambah kosakata yang didengar.


4. Melatih rentang konsentrasi dan daya ingat.


5. Mengajarkan arti kata-kata.


6. Memperkenalkan konsep media cetak/tulisan.


7. Memperkenalkan konsep gambar/ ilustrasi.


8. Merangsang imajinasi dan indra lain.


9. Memperkenalkan konsep buku dan belajar.


10. Mendekatkan orangtua dan bayi, sehingga bayi jadi lebih anteng.


11. Memberikan teladan membaca pada anak.

Sumber:


Materi akademik 1 reseller tim star.

Jumat, 31 Agustus 2018

Jangan kau simpan bara api

Entah kenapa pagi ini
Engkau datang menemui
Aku dalam separuh mimpi
Apakah ini jawaban atas semua ini

"Jangan kau pegang bara api,
Nyalanya memang hangat
Tapi jika kau pegang di hati
Dan di dalam sekat
Sekat ruas2 jari
Itu hanya akan menyalahi diri sendiri
Panas dan menyengat
Sesak dan pekat
Jangan pula kau simpan bara api
Lepaskan
Maafkan
Dan ikhlaskan"

Engkau adalah ibundaku tercinta yang sudah berpulang padaNya 8 tahun silam

Kamis, 30 Agustus 2018

Hasil mini kulwap sisi unik anak



Tgl 12 Oktober 2017

Sebenarnya sudah lama, tapi baru sempat (baru menyempatkan) menuliskannya. Ini lanjutan resume diskusi whatsapp kemarin. Mohon maaf banget saya lupa nama narasumbernya. Sudah ubeg-ubeg gawai di WAG belum juga ketemu. Mudah-mudahan jadi ilmu manfaat dan sedekah jariyah beliaunya.

Bakat menurut Al Qur'an adalah syakilaaah atau modal unik dari Allah SWT.


Bakat bisa pula diartikan: "excellent" dalam bidang tertentu. "Excellent" ini dapat dilihat dari cara berfikir dan cara merasa.

Ada 34 Tema Bakat oleh Abah Rama.


Tema bakat artinya "yang gue banget". Yang bersifat sangat diri kita sendiri atau menggambarkan diri kita sendiri.

Cara meniteni alias mengobservasi bakat ananda (dimulai dari umur 2 tahun ke atas) adalah dengan memberikan tanda check list dari ke 34 tema bakat ananda.



34 Tema Bakat menurut Abah Rama adalah:


1. Command


2. Activator


3. Competition


4. Maximizer


5. Signifcance


6. Self-assurance


7. Communication


8. Winning others over


9. Positivity


10. Developer


11. Relator


12. Includer


13. Harmony


14. Adaptability


15. Connectedness


16. Empathy


17. Futuristic


18. Individualization


19. Strategic


20. Ideation


21. Analytical


22. Learner


23. Input


24. Context


25. Restorative


26. Deliberative


27. Arranger


28. Disclipine


29. Consistency


30. Focuss


31. Achiever


32. Intellection


33. Responsibility


34. Belief.


Fitriyah Dewi Wulandari_NHW8_IP Pacitan Raya

Fitriyah Dewi Wulandari_NHW8_IP Pacitan Raya MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana...