Jumat, 31 Agustus 2018

Jangan kau simpan bara api

Entah kenapa pagi ini
Engkau datang menemui
Aku dalam separuh mimpi
Apakah ini jawaban atas semua ini

"Jangan kau pegang bara api,
Nyalanya memang hangat
Tapi jika kau pegang di hati
Dan di dalam sekat
Sekat ruas2 jari
Itu hanya akan menyalahi diri sendiri
Panas dan menyengat
Sesak dan pekat
Jangan pula kau simpan bara api
Lepaskan
Maafkan
Dan ikhlaskan"

Engkau adalah ibundaku tercinta yang sudah berpulang padaNya 8 tahun silam

Kamis, 30 Agustus 2018

Hasil mini kulwap sisi unik anak



Tgl 12 Oktober 2017

Sebenarnya sudah lama, tapi baru sempat (baru menyempatkan) menuliskannya. Ini lanjutan resume diskusi whatsapp kemarin. Mohon maaf banget saya lupa nama narasumbernya. Sudah ubeg-ubeg gawai di WAG belum juga ketemu. Mudah-mudahan jadi ilmu manfaat dan sedekah jariyah beliaunya.

Bakat menurut Al Qur'an adalah syakilaaah atau modal unik dari Allah SWT.


Bakat bisa pula diartikan: "excellent" dalam bidang tertentu. "Excellent" ini dapat dilihat dari cara berfikir dan cara merasa.

Ada 34 Tema Bakat oleh Abah Rama.


Tema bakat artinya "yang gue banget". Yang bersifat sangat diri kita sendiri atau menggambarkan diri kita sendiri.

Cara meniteni alias mengobservasi bakat ananda (dimulai dari umur 2 tahun ke atas) adalah dengan memberikan tanda check list dari ke 34 tema bakat ananda.



34 Tema Bakat menurut Abah Rama adalah:


1. Command


2. Activator


3. Competition


4. Maximizer


5. Signifcance


6. Self-assurance


7. Communication


8. Winning others over


9. Positivity


10. Developer


11. Relator


12. Includer


13. Harmony


14. Adaptability


15. Connectedness


16. Empathy


17. Futuristic


18. Individualization


19. Strategic


20. Ideation


21. Analytical


22. Learner


23. Input


24. Context


25. Restorative


26. Deliberative


27. Arranger


28. Disclipine


29. Consistency


30. Focuss


31. Achiever


32. Intellection


33. Responsibility


34. Belief.


Selasa, 28 Agustus 2018

Memahami Bahasa Bakat Ananda

Hasil resume diskusi via whatsapp


Tema: Memahami Bahasa Bakat ananda


Narsum:  M Firman, S.Si (Pathfinder counsulting and counselling).

Sebelum masuk ke tema, ada hal yg lebih penting untuk dijawab, untuk apa mengamati bakat ananda?


Agar sebagai orangtua kita lebih bisa peduli dan menerima segala kekurangan dan kelebihan anak kita. Tidak memaksakan anak harus menjadi apa yang kita mau. Melainkan menerima modalitas anak.

Bakat itu potensi diri. Tidak harus berupa aktivitas yg dilombakan macam cabang olahraga bridge dan pencak silat. Nope. Tetapi semua potensi anak yang diperolah dari OBSERVASI alias pengamatan. Misal, kemampuan anak merapikan mainan, membuat orang lain tertawa dan lain sebagainya.

Mulai kapan bakat diobservasi? Mulai umur 2 tahun. Tetapi lebih ideal lagi sejak umur 7 tahun. Mengapa? Karena umur 2 tahun yang terpenting adalah memantau tumbuh kembang dan gizinya serta tumbuhnya fitrah keimanan dan fitrah gender dll.



Dalam mengamati (mengamati ya bukan melabeli) anak ada catatan-catatan penting yang menurut saya perlu digaris bawahi:


1. Butuh peran ayah.


Ibu, wanita, secara umum, lebih mudah cemas. Padahal dalam mengamati bakat ananda, wajib hukumnya: rileks dan optimis 😍. Di sini, peran ayah begitu penting, agar mampu menentramkan perasaan cemas ibu.


2. Anak tidak terpapar gadget secara berlebihan.


Anak yang tidak diet gadget kemampuan alaminya dalam bersosialisasi dg teman sebayanya akan hilang dicuri gadget. Padahal, dalam mengamati bakat ananda dibutuhkan observasi saat anak bermain dengan sebayanya.



Saat anak main dengan sebayanya, kita, sebagai orangtua mengamati bagaimana posisi anak kita saat berinteraksi (KO) dengan orang lain dan saat tidak berinteraksi dengan orang lain (TKO).



Posisi sejajar: anak bercerita, ngobrol, bermain bersama.


Posisi di atas: anak mengatur, mengarahkan, melakukan inisiatif.


Posisi di bawah: anak melayani, merawat mengikuti.

Jika ananda jarang berinteraksi dengan orang, yang diamati adalah aktifitas berfikir dan aktifitas yang banyak bekerja.

Apa yang diamati?


Untuk berfikir: rasa logis, ingin tahu dan kreatif imajinatif (berfikir tentang masa depan).


Ada dua macam berfikir disini.


Berfikir kreatif imajinatif (misal futuristic, ideation atau banyak ide, strategic) dan logis ingin tahu (analytical, learner, input, intelelction, context)

Untuk aktifitas yang banyak bekerja:  di dalam ruangan atau di luar ruangan.


Dari hasil pengamatan yang kita peroleh, maka kita sudah bisa mulai melihat kira-kira dari 34 bakat yang dikenal dalam Metode Talents Mapping mana yang cukup menonjol pada diri anak kita.

Sekali lagi manfaat mengamati bakat ini bukan untuk ananda, melainkan untuk orangtua.


Dalam mengamati wajib rileks dan optimis dan tulus serta wajib menjaga kestabilan emosi.

Selamat mengamati bakat ananda ayah ibu semuanya.


#challengeHEbATKediriRaya #DiswapMemahamiBahasaBakatAnanda








MILESTONE ANAK

*MILESTONE ANAK* 👶👦🏻👧🏻

*Perkembangan Berbicara, Mendengar dan Kemampuan Berkomunikasi*

*Sumber:*
*Ibu dr Kristiantini Dewi S.p.A*
*(Ketua Asosiasi Disleksia Indonesia)*

Tahapan perkembangan sbb:
1. Berbicara
2. Berbahasa
3. Mendengar
4. Berkomunikasi

*1. Berbicara.*
• Proses menghasilkan bunyi yang spesifik dengan artikulasi, fonasi, kualitas, kelancaran.
atau volume (“pitch”) tertentu
• Berhubungan dengan sistem oral motor, pita suara, sistem pernapasan, susunan saraf pusat.

*2. Mendengar.*
• Pasif.
– Menangkap gelombang suara yang datang tapi tidak mencernanya menjadi suatu makna tertentu.
• Aktif.
– Mencerna input suara yang masuk menjadi informasi yang bermakna.

*3. Berbahasa.*
• Reseptif
– Memahami apa yang disampaikan oleh lawan bicara.
• Ekspresif
– Mampu menyampaikan ide dan pikiran secara verbal ataupun tulisan.

*4. Berkomunikasi.*
• Berdialog interaktif.
• Memahami pembicaraan orang lain
• Diajak berbicara  “nyambung”.
• Membaca dan mengerti apa yang dibaca.
• Mengekspresikan pikiran melalui lisan maupun tulisan.

📶 Tahapan Milestone
(Tumbuh Kembang)

*👶 Lahir sampai dengan usia 5 Bulan*

• Bereaksi terhadap suara keras.
• Memutarkan kepala ke arah suara.
• Memperhatikan wajah anda saat diajak bicara padanya.
• Mengeluarkan bunyi yang berbeda jika sedang senang, sedih, marah  “cooing”.
• Membuat suara jika diajak berbicara.

*👶 Usia 6 - 11 Bulan*

• Mengerti “tidak... tidak”.
• “Babling”.
• Berusaha berkomunikasi dengan tindakan dan sikap tubuh.
• Berusaha mengulangi suara yang anda timbulkan.

*👶 Usia 12 - 17 Bulan*

• Memberikan perhatian pada buku atau mainan selama sekitar 2 menit.
• Mengikuti instruksi sederhana yang disertai bahasa tubuh anda.
• Menjawab pertanyaan sederhana secara non verbal.
• Menunjuk ke arah objek, foto anggota keluarga.
• Mengatakan 2 atau 3 kata untuk menamakan seseorang atau sebuah
objek walau ejaan belum jelas.
• Berusaha untuk menirukan kata-kata sederhana.

*👶 Usia 18 - 23 Bulan*

• Menikmati kegiatan dibacakan cerita.
• Dapat mengikuti instruksi sederhana walau tanpa bahasa tubuh.
• Menunjuk bagian-bagian tubuh yang sederhana.
• Mengerti beberapa kata kerja
• Mengatakan 10-15 kata
• Meminta jenis makanan sederhana dengan menyebutkan namanya.
• Membuat suara suara binatang seperti “moo”.
• Mulai mengkombinasikan beberapa kata.
misalnya “susu lagi”
• Mulai menggunakan kata kepemilikan seperti
“ini punyaku”
• Menyebutkan kata berawalan “n,m,p,h”
dengan benar terutama di awal silabel

🆘 *Tanda-tanda BAHAYA!!*

• Sampai usia 3 bulan tidak terdengar cooing
• Sampai usia 9 bulan tidak terdengar babling
• Sampai usia 18-24 bulan tidak mengucapkan 3
kosa kata yang bermakna
• Perhatikan kontak !!

*👦🏻👧🏻 Usia 2 - 3 Tahun*

• Memahami 50 kata di usia 24 bulan
• Memahami konsep kata tempat seperti : “di
dalam”, “di atas”
• Memahami kata ganti seperti “dia”, “kita”,
“kamu”
• Memahami kata sifat seperti “senang”,
“besar”, “basah”
• Mengucapkan 40 kata di usia 24 bulan
• Pembicaraan mulai jelas namun masih sering kehilangan akhir kata
• Menjawab pertanyaan sederhana
• Menggunakan kata kata “aku”, “kamu”, “dia” lebih sering
• Berbicara dalam 2 -3 frasa
• Bertanya dengan cara intonasi pertanyaan
bukan struktur kalimat tanya

*👦🏻👧🏻 Usia 3 – 4 Tahun*

• Dapat mengelompokkan benda misalnya
kelompok makanan, pakaian
• Mengidentifikasi warna
• Lebih sering lagi menggunakan kata kata yang dapat dimengerti
• Beberapa silabel yang mengandung huruf
“l,r,s, sy, ch, v, t, z” masih agak sulit
• Dapat menjelaskan fungsi benda sederhana
misal:”sendok”, “pensil”
• Menjawab pertanyaan komprehensif
sederhana
– “kalau adek lapar, enaknya ngapain ya?”
– “kalau kita capek, enaknya ngapain ya?”
• Mampu mengulang kalimat dalam jumlah silabel tertentu

*👦🏻👧🏻 Usia 4 - 5 Tahun*
• Memahami konsep ruang seperti “dibelakang”, “selanjutnya”, “
di antara”
• Memahami pertanyaan yang lebih kompleks
• Menyebutkan 200-300 kosa kata
• Menggunakan kalimat dengan keterangan masa lampau atau masa mendatang
• Mampu menjelaskan proses pekerjaan sederhana misalnya bagaimana orang belanja,
atau mengemudikan mobil
• Menyebutkan benda benda sesuai
kelompoknya
• Menjawab pertanyaan “kenapa”

*👦🏻👧🏻 Usia 5 tahun*
• Memahami lebih dari 2000 kosa kata
• Memahami sekuensial waktu
• Memahami 3 instruksi berurutan
• Memahami ritme
• Dapat terlibat dalam pembicaraan interaktif
• Menggunakan imaginasinya untuk bercerita

*Apabila anak mengalami...*
*Gangguan komunikasi……*

*Haruskah intervensi dini?*

• Ketrampilan komunikasi 
*"MUTLAK"*

untuk perkembangan anak, khususnya perkembangan belajar dan perkembangan kognisinya
• Membaca, menulis, bahasa tubuh,
mendengarkan, berbicara  semua
merupakan bentuk berbahasa.

*Jika...Terlambat intervensi…*
*Apa jadinya…?*

• Gangguan belajar
• Prestasi akademis menurun
• Gangguan interaksi sosial
• Gangguan prilaku

*Apa yang dapat kita lakukan?*
• Cermati tahapan perkembangan normal
• Deteksi dini
• Konsultasikan ke dokter anak
• Rujuk ke disiplin ilmu terkait (Saraf Anak, THT,
Rehabilitasi Medis, Psikolog,dll)
• Intervensi oleh multidisiplin
• Evaluasi berkala
• Alat bantu*

Sumber Materi:
*CoPas Materi Workshop 2016*
*"Anak berkebutuhan khusus" - DPSG JaTim*

Senin, 20 Agustus 2018

Saat Dia mengambilnya lagi

Untukmu sayangku, Uwais As Syauqu Maulana (anak yang akan selalu dirindukan dan berada dalam hati kami)

Saat dua strip itu muncul, tak terkira senang hati ibu dan bapak serta kakak ziziyo. Setiap bulan tak lupa kami selalu menengokmu di dokter kandungan atau di bidan.
Denyut jantungmu normal, sayangku.
Tidak ada masalah, kata dokter dan bidan.
Vitamin dan cek lab penunjang coba ibu lakukan dan konsumsi secara rutin.
Tibalah saat itu, Jumat dini hari 29 Juni 2018 kau lahir sayang, malaikat kecil kami yang kedua. Malaikat tanpa sayap.
Engkau menangis kencang tanda kau sudah tiba di dunia ini.
Sayang sekali suhu tubuhmu semakin menurun. Inkubatorlah tempatmu.
Tanpa sempat ASI ini kau reguk.
Ibu menatapmu, nak.
Kau menatap balik ibu.
Sembilan bulan kebersamaan kita. Ibu bawa kau kemana-mana.
Namun tak lama, kau dimasukkan ke dalam inkubator.
Subuh pagi tiba, senang rasanya hati ibu karena Uwais akan mereguk ASI ini.
Tetapi, malaikat-malaikatnya telah meminta Uwais kembali ke taman surgaNya.
Uwais sudah pulang tanpa sempat pamitan dengan ibuk.
Buat orang lain, kehadiranmu hanya tiga jam di dunia ini.
Namun, buat ibu, sembilan bulan lebih kita bersama, sayang.
Dan akan ada selalu ada di hati ibu.
Doa-doa terbaik selalu ibu kirimkan buatmu, Nak.
Selalu.
Meski kata pak ustadz, taman kuburmu adalah taman syurga dan dijaga nabi Ibrahim AS.
Uwais, ibu sedang dan selalu belajar ikhlas karena kata orang, mengikhlaskan adalah bagian dari mencintai.
Salam sayang,
Bapak Ibu dan kakak Ziziyo

Selamat datang

Kenalan dulu ya
Saya, Wulan. Ibu dari Ziziyo. Ibu biasa yang berusaha membersamai anak di rumah. Selain itu juga bercita-cita menjadi blogger emak-emak dan book advisor. Dan tentu saja ingin menjadi hamba yang sukses di jalanNya.
Cukup dulu ya kenalannya.
Nanti kapan-kapan di sambung lagi

Fitriyah Dewi Wulandari_NHW8_IP Pacitan Raya

Fitriyah Dewi Wulandari_NHW8_IP Pacitan Raya MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana...