Untukmu sayangku, Uwais As Syauqu Maulana (anak yang akan selalu dirindukan dan berada dalam hati kami)
Saat dua strip itu muncul, tak terkira senang hati ibu dan bapak serta kakak ziziyo. Setiap bulan tak lupa kami selalu menengokmu di dokter kandungan atau di bidan.
Denyut jantungmu normal, sayangku.
Tidak ada masalah, kata dokter dan bidan.
Vitamin dan cek lab penunjang coba ibu lakukan dan konsumsi secara rutin.
Tibalah saat itu, Jumat dini hari 29 Juni 2018 kau lahir sayang, malaikat kecil kami yang kedua. Malaikat tanpa sayap.
Engkau menangis kencang tanda kau sudah tiba di dunia ini.
Sayang sekali suhu tubuhmu semakin menurun. Inkubatorlah tempatmu.
Tanpa sempat ASI ini kau reguk.
Ibu menatapmu, nak.
Kau menatap balik ibu.
Sembilan bulan kebersamaan kita. Ibu bawa kau kemana-mana.
Namun tak lama, kau dimasukkan ke dalam inkubator.
Subuh pagi tiba, senang rasanya hati ibu karena Uwais akan mereguk ASI ini.
Tetapi, malaikat-malaikatnya telah meminta Uwais kembali ke taman surgaNya.
Uwais sudah pulang tanpa sempat pamitan dengan ibuk.
Buat orang lain, kehadiranmu hanya tiga jam di dunia ini.
Namun, buat ibu, sembilan bulan lebih kita bersama, sayang.
Dan akan ada selalu ada di hati ibu.
Doa-doa terbaik selalu ibu kirimkan buatmu, Nak.
Selalu.
Meski kata pak ustadz, taman kuburmu adalah taman syurga dan dijaga nabi Ibrahim AS.
Uwais, ibu sedang dan selalu belajar ikhlas karena kata orang, mengikhlaskan adalah bagian dari mencintai.
Salam sayang,
Bapak Ibu dan kakak Ziziyo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar