Selasa, 28 Agustus 2018

Memahami Bahasa Bakat Ananda

Hasil resume diskusi via whatsapp


Tema: Memahami Bahasa Bakat ananda


Narsum:  M Firman, S.Si (Pathfinder counsulting and counselling).

Sebelum masuk ke tema, ada hal yg lebih penting untuk dijawab, untuk apa mengamati bakat ananda?


Agar sebagai orangtua kita lebih bisa peduli dan menerima segala kekurangan dan kelebihan anak kita. Tidak memaksakan anak harus menjadi apa yang kita mau. Melainkan menerima modalitas anak.

Bakat itu potensi diri. Tidak harus berupa aktivitas yg dilombakan macam cabang olahraga bridge dan pencak silat. Nope. Tetapi semua potensi anak yang diperolah dari OBSERVASI alias pengamatan. Misal, kemampuan anak merapikan mainan, membuat orang lain tertawa dan lain sebagainya.

Mulai kapan bakat diobservasi? Mulai umur 2 tahun. Tetapi lebih ideal lagi sejak umur 7 tahun. Mengapa? Karena umur 2 tahun yang terpenting adalah memantau tumbuh kembang dan gizinya serta tumbuhnya fitrah keimanan dan fitrah gender dll.



Dalam mengamati (mengamati ya bukan melabeli) anak ada catatan-catatan penting yang menurut saya perlu digaris bawahi:


1. Butuh peran ayah.


Ibu, wanita, secara umum, lebih mudah cemas. Padahal dalam mengamati bakat ananda, wajib hukumnya: rileks dan optimis 😍. Di sini, peran ayah begitu penting, agar mampu menentramkan perasaan cemas ibu.


2. Anak tidak terpapar gadget secara berlebihan.


Anak yang tidak diet gadget kemampuan alaminya dalam bersosialisasi dg teman sebayanya akan hilang dicuri gadget. Padahal, dalam mengamati bakat ananda dibutuhkan observasi saat anak bermain dengan sebayanya.



Saat anak main dengan sebayanya, kita, sebagai orangtua mengamati bagaimana posisi anak kita saat berinteraksi (KO) dengan orang lain dan saat tidak berinteraksi dengan orang lain (TKO).



Posisi sejajar: anak bercerita, ngobrol, bermain bersama.


Posisi di atas: anak mengatur, mengarahkan, melakukan inisiatif.


Posisi di bawah: anak melayani, merawat mengikuti.

Jika ananda jarang berinteraksi dengan orang, yang diamati adalah aktifitas berfikir dan aktifitas yang banyak bekerja.

Apa yang diamati?


Untuk berfikir: rasa logis, ingin tahu dan kreatif imajinatif (berfikir tentang masa depan).


Ada dua macam berfikir disini.


Berfikir kreatif imajinatif (misal futuristic, ideation atau banyak ide, strategic) dan logis ingin tahu (analytical, learner, input, intelelction, context)

Untuk aktifitas yang banyak bekerja:  di dalam ruangan atau di luar ruangan.


Dari hasil pengamatan yang kita peroleh, maka kita sudah bisa mulai melihat kira-kira dari 34 bakat yang dikenal dalam Metode Talents Mapping mana yang cukup menonjol pada diri anak kita.

Sekali lagi manfaat mengamati bakat ini bukan untuk ananda, melainkan untuk orangtua.


Dalam mengamati wajib rileks dan optimis dan tulus serta wajib menjaga kestabilan emosi.

Selamat mengamati bakat ananda ayah ibu semuanya.


#challengeHEbATKediriRaya #DiswapMemahamiBahasaBakatAnanda








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fitriyah Dewi Wulandari_NHW8_IP Pacitan Raya

Fitriyah Dewi Wulandari_NHW8_IP Pacitan Raya MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana...